Blog

6 Fungsi Barcode Pada Kemasan

fungsi barcode pada kemasan

6 Fungsi Barcode Pada Kemasan, Pernahkah kamu melihat garis-garis vertikal yang rapi pada kemasan produk? Garis-garis ini sering disebut sebagai kode barcode. Barcode biasanya disusun pada tingkat ketebalan yang berbeda. Kode ini digunakan dengan cara memindainya menggunakan alat pemindai yang nantinya akan menampilkan data yang terdapat dalam kode tersebut.

Data yang ditampilkan biasanya berisi informasi spesifik tentang produk yang kamu cari. Untuk informasi lebih lanjut tentang sistem barcode ini, silakan baca artikel berikut ini.

Definisi Barcode

Kode bar atau barcode adalah data optik dalam bentuk garis yang tersusun dengan rapi dan dapat dibaca oleh mesin. Kode-kode produk berfungsi sebagai fitur pembeda antara berbagai jenis produk, sehingga memudahkan pengguna untuk menemukan produk.

Sistem barcode tidak serta merta digunakan begitu saja. Ada langkah-langkah yang harus kamu ikuti untuk menghasilkan sebuah kode barcode. Setelah kamu memiliki kode barcode, kode tersebut harus dapat dibaca oleh sistem. Data yang terdapat dalam barcode dapat digunakan untuk mengidentifikasi kondisi dan produk mana yang akan diakses.

Kode barcode ini memungkinkan pengguna untuk dengan mudah menemukan produk dalam sistem data yang tersimpan. Kode ini juga dapat mempercepat layanan yang berjalan. Data yang terbaca oleh barcode reader juga lebih akurat. Terlebih lagi, data yang ditampilkan lebih detail karena kapasitas data yang dapat disimpan sistem bertambah.

Untuk dapat membaca data dalam sebuah barcode, diperlukan reader atau pembaca barcode yang mengolah data pada barcode menjadi informasi yang mudah dibaca oleh pengguna. Area di mana barcode biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari termasuk industri, ritel, farmasi, kesehatan, dan pemerintahan.

Keuntungan menggunakan barcode

Seiring berkembangnya teknologi, kebutuhan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan produk menjadi lebih mudah. Salah satu inovasi baru adalah peningkatan jumlah data yang dapat diidentifikasi oleh sistem barcode. Perkembangan ini akan membawa manfaat besar bagi siapa saja yang menggunakan barcode dalam pekerjaannya. Manfaat yang dirasakan adalah:

  1. Barcode merupakan salah satu teknologi yang mempercepat proses input data.
  2. Barcode tidak hanya cepat, tetapi juga bernilai tinggi untuk akurasi dan presisi dalam pencarian data.
  3. Dapat meminimalisir terjadinya kesalahan pencatatan data.
  4. Mempercepat pengambilan keputusan manajemen dan meningkatkan kinerja manajemen.
  5. Memiliki nilai tawar yang lebih tinggi untuk bersaing dengan kompetitor.

Fungsi Barcode

Fungsi barcode digunakan untuk menyimpan data yang berisi informasi spesifik tentang suatu produk atau barang yang diidentifikasi oleh kode bar. Data yang disimpan berupa tanggal kadaluarsa, kode manufaktur, dan nomor identifikasi produk. Kode ini dibaca oleh alat pembaca mesin yang disebut barcode scanner. Barcode diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori sesuai dengan penggunaannya, yaitu:

1. Keperluan Packaging

Teknologi barcode pada kemasan digunakan untuk melakukan proses pengiriman barang. Jenis barcode yang digunakan adalah barcode ITF.

2. Keperluan Retail

Untuk keperluan retail, barcode ini digunakan untuk penjualan produk di supermarket dan swalayan.

3. Keperluan Penerbitan

Proses penerbitan menggunakan barcode untuk mengidentifikasi produk yang diterbitkan. Contoh barcode yang digunakan untuk tujuan penerbitan adalah untuk menunjukkan ISSN sebuah buku.

4. Keperluan Non-ritel

Item non-ritel seperti buku perpustakaan juga memerlukan barcode. Barcode di perpustakaan digunakan untuk mengidentifikasi buku di perpustakaan.

5. Keperluan Farmasi

Fungsi barcode selanjutnya adalah untuk mengidentifikasi obat-obatan yang sudah diproduksi oleh farmasi. Barcode menjadi hal yang penting karena banyaknya obat-obatan yang diproduksi.

6. Keperluan lainnya

Selain beberapa fungsi yang disebutkan di atas, barcode juga memberikan fungsi lain dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pelacakan aset, inventaris, data identifikasi, data lab hingga kebutuhan industri.

Baca Juga : Contoh Makanan Gurih, Nikmat Saat Disajikan Dingin!

Jenis Barcode

Berdasarkan jenisnya, barcode dibedakan menjadi dua jenis. linear code atau barcode satu dimensi dan matrix code yang lebih dikenal dengan barcode dua dimensi.

1. Linier Code

Jenis barcode pertama adalah linear code, bisa juga disebut barcode satu dimensi. Barcode linier ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis.

  • Code 39

Jenis kode 39 adalah barcode alfanumerik dengan panjang garis yang bervariasi. Di dalam barcode ini terdapat beberapa karakter seperti $, /, +, termasuk huruf dan angka serta titik dan spasi. Namun, jenis barcode ini memiliki kepadatan data yang relatif rendah. Jenis Kode 39 ini biasanya digunakan untuk tujuan tanda pengenal dan inventory.

  • Code 128

Selanjutnya, terdapat code tipe 128 yang hampir mirip dengan kode 39. Barcode ini juga bersifat alfanumerik, namun memiliki kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan Kode Tipe 39. Barcode ini sudah mendukung semua karakter dalam 128 karakter ASCII, memungkinkan kamu untuk menyimpan lebih banyak variasi informasi. Barcode biasanya ditemukan dalam manajemen gudang dan sistem pengiriman.

  • Interleaved 2 dari 5 (ITF)

Barcode interleaved 2 of 5 adalah barcode numerik yang memiliki kode numerik 14 digit kode dan menggunakan set ASCII lengkap. Barcode ini sering digunakan di industri dan laboratorium. Kode ini juga cocok untuk mencetak pada karton.

  • UPC (Kode Produk Universal)

Jenis terakhir dari linear code adalah Universal Product Code. Jenis barcode ini sering digunakan untuk melacak produk di toko. Kode ini biasanya terdiri dari sistem angka 12 digit yang unik.

2. Matrix Code

Matrix code atau lebih dikenal dengan barcode 2 dimensi adalah jenis barcode yang lebih canggih daripada linear code. Matrix code dapat menyimpan ratusan karakter. Selain itu, bentuk kode yang ditampilkan berbeda dari linear code.

  • QR Code

Jenis matrix code yang pertama adalah QR code. QR code ini dapat menyimpan lebih banyak data informasi. Kode QR banyak digunakan dalam sistem pemasaran seperti kartu nama, majalah, dan iklan. Kode QR ini dapat menyimpan empat mode data yang berbeda, termasuk alfanumerik, byte/biner, numerik, dan kanji. Kode ini dapat dipindai dengan hampir semua perangkat pemindaian, termasuk ponsel cerdas. Kode ini juga mampu menoleransi terhadap kesalahan, sehingga pengguna dapat mengakses informasi yang tersimpan bahkan jika sebagian dari kode tersebut rusak.

  • PDF 417

PDF Code 417 memiliki kapasitas penyimpanan yang besar yang dapat menyimpan foto, tanda tangan dan sidik jari. Data yang disimpan berjumlah lebih dari 1,1 kilobyte dan sepenuhnya dapat dibaca oleh mesin.

  • AZTEC

Jenis matriks terakhir adalah AZTEC. Jenis barcode ini biasa digunakan dalam industri transportasi, seperti tiket pesawat dan boarding pass. Ukurannya yang hemat tempat sangat berguna untuk pencetakan tiket.

Membuat Barcode Melalui Aplikasi atau Website

Di bawah ini beberapa aplikasi barcode yang mudah digunakan.

1. Barcode Generator

Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat barcode adalah Barcode Generator. Aplikasi ini memiliki 11 kode berbeda yang dapat kamu pilih sesuai dengan kebutuhan.

2. Barcode Graphics

Barcode graphics memungkinkan kamu mengonversi teks menjadi kode untuk membuat barcode. kamu juga dapat menentukan ukuran barcode yang dicetak.

3. QR Code Generator

Selanjutnya, terdapat QR code generator yang memungkinkan kamu untuk mengakses situs web dan membuat kode QR yang multifungsi dan mudah digunakan. QR Code Generator memungkinkan kamu mengonversi teks, kontak, nomor telepon, dan URL menjadi kode QR-nya.

Mengapa Barcode Penting?

Tidak dapat disangkal bahwa menggunakan sistem barcode untuk produk membuat segalanya lebih mudah bagi pengguna. Barcode memudahkan untuk memasukkan data yang diperlukan. Barcode ini membuat pekerjaan lebih efisien dan akurat. Sistem penyimpanan yang besar dapat memberikan lebih banyak ruang penyimpanan untuk menyimpan data. Sistem barcode ini juga dapat meminimalisir kesalahan dan kerugian akibat proses entri data yang tidak akurat.

Seperti yang diketahui, barcode adalah salah satu sistem yang sangat berguna untuk menyimpan data semua produk yang dijual suatu perusahaan. Barcode terdiri dari garis berwarna hitam, data produk, tanggal kedaluwarsa, nomor ID, dan spesifikasi produk lainnya.

Kemudian barcode scanner membaca simbol kode barcode dan mengubahnya menjadi data elektrik, menciptakan format data sederhana yang dapat dengan mudah dibaca oleh pengguna.

Selain memberikan kemudahan bagi pengguna, kode ini dapat membuat dan menyimpan banyak data, termasuk alamat situs web. Kamu juga dapat menggunakan barcode ini untuk kegiatan pemasaran seperti promosi produk dengan cara mengarahkan kode barcode di halaman website yang ingin diakses.

Saat ini, sistem barcode juga dapat diintegrasikan dengan sistem akuntansi untuk memudahkan perusahaan dalam melakukan proses pemasaran dan kegiatan lain yang berhubungan dengan bagian keuangan perusahaan. Temukan beragam rekomendasi Perlengkapan Paper Cup dan Kemasan Makanan Berkualitas di Irppapercup.com

Related Posts

Tinggalkan Balasan