Blog

Cara Membuat Logo Jualan Makanan

Cara Membuat Logo Jualan Makanan

Cara Membuat Logo Jualan Makanan – Mendesain logo adalah tentang mengekspresikan siapa kamu dan apa yang kamu lakukan. Khususnya, produk yang kamu jual dan visi dari merek kamu. Merk adalah komitmen kamu dalam menyediakan makanan yang berkualitas.

Jadi, cara membuat logo jualan makanan bukanlah tugas yang mudah. Sebuah logo dapat memberikan kesan pertama dan merupakan bagian yang paling terlihat dari bisnis kuliner kamu. Ada banyak sekali logo makanan di luar sana, namun menemukan desain yang menarik perhatian pelanggan tidaklah sulit. Ini dia 10 tips cara membuat logo jualan makanan yang menarik untuk bisnis kulinermu.

10 Cara Membuat Logo Jualan Makanan

1. Lihat Kompetisi

Cara membuat logo jualan makanan yang pertama adalah dengan melihat kompetisi dan mulai mencari inspirasi. Lihat logo makanan yang kamu sukai dan lihat juga kompetitor yang kamu hadapi, bagaimana mereka menggunakan kata-kata, font, dan tentu saja logo.

Logo harus mudah dikenali di mana saja, terutama di situs web dan platform media sosial. Logo makanan yang populer bisa menjadi tren umum dimasyarakat. Logo memiliki bentuk dan warna tertentu atau sederhana dan mudah diingat.

2. Mulai Mencari Ide

Cara membuat logo jualan makanan selanjutnya kamu harus mulai mencari ide. Setelah kamu mengetahui apa yang harus dilakukan sehingga berhasil di pasar, saatnya membuat logo yang bisa mengalahkan para pesaing bisnis kamu.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengeluarkan semua ide yang kamu miliki. Uraikan apa yang terlintas dalam pikiran. Kamu tidak perlu khawatir untuk tampilan yang menarik. Gambar saja apa yang terlintas dalam pikiran kamu di atas kertas.

Di sinilah kamu mulai membuat ide desain yang ada di pikiran kamu. Cobalah dengan mempersempit beberapa pilihan menjadi satu atau dua logo makanan. Daripada mencoba membuat banyak sketsa, lebih baik fokus pada beberapa sketsa yang berkualitas.

3. Pikirkan Tentang Merek

Jika kamu kesulitan memilih beberapa ide logo untuk dikerjakan. Tanyakan pada diri kamu apa yang paling menggambarkan nilai-nilai dan gaya penulisan kamu. Apakah kamu seorang yang unik dan keren, atau lebih tenang dan santai? Sesuaikan identitas merek dengan proses pembuatan logo.

4. Bermain dengan Bentuk

Cara membuat logo jualan makanan berikutnya adalah mengubah ide dari kertas menjadi digital. Hal ini untuk menghidupkan ide logo yang kamu buat menjadi lebih nyata. Setelah kamu memiliki ide dasar membuat logo, saatnya kamu bermain dengan bentuk. Bentuk sangat penting dalam desain logo.

Lingkaran mewakili pengaruh emosional yang kuat, seperti membangun komunitas atau menarik pasar feminin. Tepi lurus kotak dan segitiga menunjukkan stabilitas dan kepraktisan. Segitiga juga dikaitkan dengan kekuatan dan maskulinitas.

5. Pikirkan Tipografi

Garis lurus dan kurva tidak hanya memengaruhi psikologi bentuk. Hal itu juga mempengaruhi bagaimana tipografi membangkitkan emosi target pasar kamu. Pikirkan tentang emosi yang ingin kamu kaitkan dengan bisnis kuliner. Buat pesona jika produk kamu adalah makanan yang enak, hal ini akan membantu kamu memvisualisasikan orang-orang yang ingin kamu jangkau.

6. Rencana Untuk Skala

Bentuk dan huruf yang kamu gunakan harus mulai dihubungkan. Buat fondasi untuk sesuatu yang menonjol. Ingat, logo bisa ditemukan pada media pemasaran yang diinginkan, seperti pada kemasan dan postingan Instagram. Buat juga ukuran yang berbeda supaya logo dapat digunakan di berbagai media. Pastikan logo kamu terlihat bagus di postingan media sosial maupun di gambar profil.

Baca Juga : 10 Contoh Usaha Makanan Ringan Serba 1000

7. Pilih Warna Yang Tepat

Cara membuat logo jualan makanan selanjutnya memilih warna yang tepat. Saat kamu memikirkan tentang berbagai fungsi logo, pikirkan juga bagaimana warna merek dapat mempengaruhi calon pelanggan. Kamu bisa memulainya dengan warna hitam dan putih. Bekerja tanpa warna memungkinkan kamu untuk fokus pada struktur dan nuansa logo.

Hal ini juga memberi gambaran kepada kamu tentang betapa ikoniknya sebuah logo. Semakin mudah dikenali dan unik logo yang kamu buat, maka semakin penasaran calon pelanggan dengan makanan yang kamu jual.

Setelah kamu memiliki struktur logo, saatnya kamu menambahkan dengan sedikit warna. Pada umumnya, warna-warna hangat seperti merah, oranye, dan kuning sangat bagus untuk logo makanan. Warna-warna hangat bisa kamu kombinasikan, misalnya warna merah dan kuning atau merah dan oranye.

Sedangkan untuk warna hijau, saat ini menjadi warna yang populer untuk merek makanan alami dan organik. Menurut teori warna, hindari warna biru dalam branding makanan. Kecuali blueberry, makanan berwarna biru alami jarang ditemukan, jadi warna biru memiliki efek paling kecil pada nafsu makan.

Namun untuk branding secara umum, warna biru adalah warna yang paling populer. Hal ini karena kepercayaan dan asosiasi komunitas. Oleh karena itu, warna biru sebagai warna aksen yang sering digunakan seperti Burger King dan Popeyes.

8. Kemampuan untuk Beradaptasi

Sebelum kamu menyelesaikan logo tersebut, pastikan itu bekerja dengan baik di berbagai media yang berbeda. Ingat, logo ini akan bertahan lama seiring dengan pertumbuhan bisnis. Misalkan bisnis kamu berkembang menjadi restoran yang sebelumnya hanya berjualan ditempat yang biasa saja.

9. Ketahui Perbedaan Antara Logo dan Packaging

Jangan berharap logo kamu bisa berfungsi untuk semuanya. Bisnis kuliner perlu memiliki kemasan yang eye-catching, stylish, dan logo yang kuat. Kemasan memberikan ruang bagi kamu untuk bermain dengan warna, tekstur, dan tipografi.

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengambil logo terlebih dahulu dan kemudian mendesain kemasan. Hal ini untuk mempertahankan konsistensi merek yang kuat dan tetap memiliki daya tarik yang unik. Kamu bisa menemukan beragam perlengkapan Paper Cup dan Kemasan Makanan Berkualitas untuk kebutuhan bisnis kamu hanya di Irppapercup.com

Baca Juga : 12 Cara Memulai Bisnis Makanan Online

10. Percaya Diri

Cara membuat logo jualan makanan yang terakhir adalah percaya diri. Hal terpenting dalam proses desain yaitu jangan stres. Percayalah pada kreativitas desain yang kamu buat dan mintalah masukan dari teman terdekat kamu, yang kamu butuhkan hanyalah sedikit inspirasi, waktu untuk mendesain, dan tutorial yang tepat untuk kamu memulai.

Related Posts

Tinggalkan Balasan