Blog

9 Permasalahan UMKM dan Solusinya

Permasalahan UMKM dan Solusinya

9 Permasalahan UMKM dan Solusinya – Banyak sekali permasalahan UMKM yang sering ditemui para pelaku bisnis. Apakah kamu termasuk dalam pelaku UMKM? Jika iya, maka kamu perlu memahami permasalahan yang sering dihadapi pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Menjalankan bisnis memang tidak mudah, apalagi jika kamu baru memulai bisnis kecil-kecilan. Oleh karena itu, artikel ini memberikan informasi penting tentang berbagai permasalahan UMKM yang akan menjadi permasalahan umum di masa mendatang. Tentunya, kamu juga akan mempelajari solusi dari permasalahan yang ada. Langsung saja simak pembahasan tentang permasalahan umkm dan solusinya di bawah ini.

Perkembangan UMKM di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai berkembang. Banyak orang yang beralih dari bekerja di perusahaan orang lain dan menjadi bos di perusahaan mereka sendiri.

Perkembangan UMKM semakin meningkat, terutama sejak adanya pandemi. PHK massal akibat situasi ini membuat sebagian besar masyarakat Indonesia kehilangan pekerjaan dan akhirnya memulai usaha kecil dan menengah.

Munculnya berbagai bisnis UMKM di berbagai sektor, mulai dari FnB hingga fashion dan transportasi, ternyata turut memperkuat perekonomian negara. Namun, tidak mudah bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah untuk menjalankan bisnis di tengah ekonomi yang bergejolak dan berbagai isu lain yang dapat mengancam stabilitas sebuah bisnis.

Permasalahan UMKM dan Solusinya

Di bawah ini terdapat beberapa masalah UMKM yang sering dialami serta solusinya yang harus kamu ketahui.

1. Perlu Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Permasalahan UMKM yang pertama perlu memiliki SIUP. Banyak pelaku UMKM yang masih belum paham bahwa mereka membutuhkan SIUP untuk setiap kegiatan usahanya yang berlangsung di Indonesia. Jika kamu tidak memiliki SIUP, kamu akan menghadapi banyak kendala seperti sulitnya mengajukan modal usaha hingga membayar pajak kepada negara.

2. Modal Bisnis yang Minim

Permasalahan UMKM selanjutnya modal bisnis yang minim. Sebagian besar pelaku UMKM menghadapi kendala yaitu modal usaha mereka yang sangat kecil untuk mengembangkan usahanya.
Namun, saat ini banyak sekali platform yang tersedia untuk membantu para pebisnis UMKM dalam mendapatkan modal usaha, jadi tidak perlu khawatir.

Contohnya mendaftarkan UMKM kepada pemerintah untuk menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Sosial.

3. Kurangnya Pengetahuan Bisnis yang Luas

Sebagai pelaku UMKM, kamu membutuhkan pengetahuan yang luas tentang bisnis dan perkembangannya. Untuk memperluas wawasan bisnis, kamu perlu mengetahui bagaimana pesaing kamu berbisnis. Kamu bisa mencari informasi yang lengkap dan apa yang bisa kamu kembangkan menjadi konsep bisnis baru yang menguntungkan.

4. Kurangnya Penggunaan Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Permasalahan UMKM berikutnya yaitu kurangnya penggunaan digital marketing. Digital marketing adalah sarana periklanan yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan. Banyak pelaku bisnis UMKM yang sedikit menggunakan pemasaran digital, sehingga bisnis mendapatkan kontak yang lebih sedikit dengan masyarakat luas. Jadi gunakan strategi pemasaran yang unik dan menarik untuk mempromosikan usaha kamu secara digital.

5. Belum Tahu Cara Mengembangkan Bisnis

Jangan menutup peluang untuk mengembangkan bisnis hanya karena kamu adalah pelaku UMKM. Sayangnya, sebagian besar UMKM di Indonesia masih belum menyadari pentingnya menyusun strategi pengembangan usaha. Jika kamu ingin mengembangkan bisnis, lakukan hal berikut:

  • Riset pasar
  • Riset pesaing
  • Riset pasar yang ditargetkan
  • Inovasi dan pengembangan produk/jasa
  • Memperdalam pengetahuan tentang dunia bisnis
  • Evaluasi kinerja
  • Menyesuaikan strategi bisnis dan pemasaran dengan perkembangan industri

6. Tidak Melakukan Branding

Permasalahan UMKM selanjutnya tidak melakukan branding. Branding memang identik dengan bisnis besar, namun bukan berarti bisnis kecil tidak membutuhkan branding yang baik. Sebaliknya, pada pasar yang padat dengan kompetisi bisnis, UMKM dengan identitas brand yang unik dan menarik justru lebih berhasil.

Jadi, sejak awal, buatlah citra yang kamu inginkan untuk ditampilkan oleh bisnis dan produk. Kemudian kembangkan citra itu menggunakan berbagai strategi branding seperti:

  • Buat logo, nama usaha, dan slogan kamu sendiri.
  • Buat situs web kamu sendiri sebagai strategi media branding
  • Gunakan media sosial sebagai platform untuk meningkatkan citra bisnis kamu
  • Fokus pada peningkatan dan menjaga kualitas produk yang ditawarkan
  • Meningkatkan pelayanan kepada konsumen

Baca Juga : Contoh Kemasan Ayam Bakar, Persiapkan Desain Untuk Bersaing Dipasaran

7. Komunikasi Bisnis yang Kurang Efektif

Komunikasi bisnis yang kurang efektif juga menjadi salah satu permasalahan UMKM di Indonesia. Usaha kecil sering merasa sulit untuk berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya karena kurangnya pengalaman.

Tentu saja, hal ini berdampak besar pada banyak hal, mulai dari efisiensi operasional bisnis hingga menjaga loyalitas pelanggan. Solusi untuk masalah ini sebenarnya cukup sederhana, namun dalam prakteknya para pelaku UMKM mungkin akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya. Solusi untuk masalah ini adalah dengan menggunakan teknologi yang tersedia. Misalnya, gunakan media sosial untuk memperlancar komunikasi bisnis dengan konsumen.

8. Pembukuan secara manual

Permasalahan UMKM berikutnya adalah proses pembukuan secara manual yang dapat menghambat bisnis. Di era digital ini, proses pembukuan harus beralih dari manual ke otomatis. Proses pembukuan manual dapat menyebabkan kehilangan data, kerusakan atau salah memasukkan data.

Proses pembukuan merupakan proses yang sangat penting dalam mengembangkan strategi bisnis modern dan salah satu syarat untuk mendapatkan pinjaman modal. Solusinya adalah beralih ke proses pembukuan otomatis melalui aplikasi terintegrasi atau sistem pembayaran online.

9. Kurangnya Inovasi Produk

Kurangnya inovasi produk juga dapat menjadi Permasalahan UMKM. Setiap hari, konsumen mencari produk yang berbeda dalam hal jasa, harga dan pelayanan. Jika konsumen melihat produk yang sama setiap hari, mereka akan melihat pesaing kamu dan bisnis akan mengalami masalah keuangan dan penjualan setiap bulannya. Solusinya adalah selalu mengikuti perkembangan produk yang diminati konsumen dan mengikuti tren pasar.

Baca Juga : Contoh Usaha Modal Kecil Untung Besar, Intip Yuk!

Sayangnya, saat ini masih kurangnya inovasi produk UMKM khususnya dibidang kuliner, Salah satunya kemasan yang digunakan oleh para pebisnis UMKM masih menggunakan kemasan yang kurang menarik dan tidak ramah lingkungan, yang tentu dapat mengurangi tingkat efektivitas dalam strategi promosi dan penjualan. Sebagai solusinya, kamu bisa beralih dengan menggunakan Kemasan Makanan dan Paper Cup berkualitas di irppapercup.com

Related Posts

Tinggalkan Balasan